Rabu, 30 November 2011

Intel Core i7, Kecepatan dan Performanya Paling Canggih



Intel telah mengeluarkan mikroprosesor desktop generasi barunya, Core i7 ( Nehalem). CPU baru ini lebih cepat dibandingkan Core 2 Duo, bahkan dinobatkan sebagai CPU tercepat yang ada saat ini.

Core i7 diluncurkan dalam tiga versi quad-core untuk menyasar tiga segmen pasar PC desktop yang berbeda. Yang pertama adalah model dasar 920 (2,66GHz) dengan harga resmi US$ 286. Model kedua adalah 940 2,93GHz dengan harga US$ 562, sedangkan model ketiga adalah 965 Extreme Edition 3,2GHz dengan harga US$ 999.

Harga Core i7 memang tidak murah. Namun jika Anda ingin merakit PC dengan sistem Core i7, Anda memang harus membayar mahal. Untuk sistem, pilihan Anda saat ini masih terbatas pada motherboard dengan chipset Intel X58 (dengan ICH10 southbridge) dan memori DDR3. Harga keduanya pun belum murah.


Namun prosesor baru ini menawarkan beberapa fitur baru, antara lain kendali memori yang terintegrasi dan moda Turbo baru. Hyperthreading juga muncul kembali, menambahkan empat inti virtual ke empat inti fisik yang ada di CPU Core i7.

Moda Turbo, yang disebut Dynamic Speed Technology, memungkinkan CPU untuk mematikan inti dan meningkatkan clock speed, yang bisa bermanfaat pada aplikasi-aplikasi lama yang membutuhkan megahertz lebih, bukan inti yang lebih banyak. Pada aplikasi muti-threaded, CPU akan menyeimbangkan beban di semua inti.

CPU baru ini memiliki 731 juta transistor dalam satu die berukuran 263 milimeter persegi. Semua prosesor Core i7 dirancang pada daya desain thermal 130 watt. Antarmuka Quick Path Interconnect menyediakan bandwidth 19,2 gigatransfer pre detik pada model 920 dan 940, dan 25,6 gigatransfer pada model Extreme Edition.

Intel Core i7 64-bit x86-64 prosesor dengan menggunakan Nehalem , Westmere , dan Sandy Bridge microarchitectures . Core i7 merek adalah ditargetkan pada pasar konsumen high-end dan bisnis baik untuk komputer desktop dan laptop, dan dibedakan dari i3 Core (-tingkat konsumen entry), Core i5 (konsumen mainstream) dan Xeon (server) merek.


Dalam setiap dari tiga generasi pertama mikroarsitektur dari merek, Core i7 memiliki anggota keluarga menggunakan dua arsitektur sistem yang berbeda tingkat, dan karena itu dua soket yang berbeda. Dalam setiap generasi, yang berkinerja tertinggi Core i7 menggunakan soket yang sama dan QPI berdasarkan arsitektur-sebagai akhir Xeon prosesor-generasi yang rendah, sedangkan yang lebih rendah dengan performa Core i7 menggunakan soket yang sama dan PCIe / DMI / arsitektur FDI sebagai Core i5.

“Core i7″ adalah penerus Intel Core 2 merek. Core i7 pengidentifikasi pertama kali diterapkan pada awal keluarga prosesor CODEC Bloomfield diperkenalkan pada tahun 2008 . Pada tahun 2009 nama diterapkan untuk Lynnfield dan Clarksfield model. Sebelum 2010, semua model adalah prosesor quad-core. Pada tahun 2010, nama diterapkan untuk dual-core Arrandale model, dan Gulftown i7-980X Extreme Core yang memiliki enam hyperthreaded core. Pada bulan Januari 2011, Intel merilis sebuah garis Sandy Bridge chip berbasis di bawah merek Core i7.

Perwakilan Intel menyatakan bahwa moniker Core i7 dimaksudkan untuk membantu konsumen memutuskan untuk membeli prosesor sebagai produk berbasis Nehalem yang lebih baru dirilis di masa depan. Nama melanjutkan penggunaan Intel Core merek. Yang pertama Core i7 secara resmi diluncurkan pada tanggal 17 Nopember 2008.

Prosesor Core

Core i7 dirilis awal adalah codename Bloomfield , dicap sebagai Core i7-9xx bersama dengan mereka Xeon 3500-series rekan-rekan. Pada 2009, mereka-end Intel Desktop prosesor yang tinggi, berbagi Socket 1366 platform dengan prosesor server dan dual-prosesor tunggal.

Lynnfield adalah prosesor kedua yang dijual di bawah merek Core i7, sementara pada saat yang sama yang dijual sebagai Core i5 . Tidak seperti Bloomfield, itu tidak memiliki QPI antarmuka tetapi langsung menghubungkan ke Southbridge menggunakan 2.5 GT / s Direct Media Interface dan ke perangkat lain yang menggunakan PCI Express link dalam Surat Socket 1156 . Core i7 berdasarkan Lynnfield memiliki Hyper-Threading , yang dinonaktifkan dalam Lynnfield berbasis prosesor Core i5.

Clarksfield adalah versi mobile dari Lynnfield dan tersedia di bawah merek Core i7 Mobile, sebagai bagian dari platform Calpella. Ini dirilis pada Intel Developer Forum pada tanggal 23 September 2009.

Core i7 Keluarga prosesor ini Arrandale , dijual sebagai i7-6xx prosesor Core dan menampilkan terpadu graphics processing unit namun hanya dua core prosesor, setengah dari Clarksfield. Clarkdale , versi desktop Arrandale, tidak akan dijual sebagai Core i7 , tetapi hanya sebagai i3 Core dan Core i5 . Semua dukungan Intel Hyper Threading (HT).



Sandy Bridge Core i7-2600K

Gulftown adalah penyusutan dari Core i7 asli, menampilkan 6 core, 32 nm proses, Hyper-Threading (untuk total 12 thread logis), 12 MB cache, Turbo Boost dan Intel QuickPath koneksi bus.

Sandy Bridge adalah Intel Core i7 generasi kedua prosesor seri, dan didasarkan pada arsitektur mikro juga bernama “Sandy Bridge”. Hal ini dirilis pada tanggal 9 Januari 2011 dengan akhir CES 2011.Core i7-2600K atau yang biasa dikenal sebagai salah satu keluarga Sandy Bridge, merupakan generasi kedua dari jajaran prosesor Intel Core i yang menduduki posisi tertinggi. Meski demikian produk ini dibanderol pada harga yang cukup masuk akal, yakni di kisaran USD 300.

Melihat dari spesifikasi yang diusungnya, produk ini jelas membawa segudang perbaikan. Misalnya terintergrasi dengan Graphic Processing Unit (GPU) yang konon bisa meningkatkan kinerja sistem. Baik ketika melakukan transcoding video, atau sekadar menyaksikan sajian High Definition (HD).



Selain itu ada fitur lain bertajuk Intel Quick Sync Video yang bisa memang dirancang untuk meningkatkan kualitas rendering prosesor ini. Hanya saja, fitur tersebut tidak aktif ketika pengguna memakai kartu grafis tambahan AMD Radeon atau Nvidia GeForce.

Secara default Intel Core i7-2600K berlari cukup kencang, yakni 3,4 GHZ dan dapat meningkat otomatis hingga 3,8 Ghz. Pun demikian jika merasa belum cukup, produk ini bisa di-overclock dengan mudah. Hanya bermodal cooling bawaan, prosesor ini bisa menyentuh kecepatan 4 Ghz. Beberapa pengujian pun Intel Core i7-2600K lebih unggul dari Core i7 965. Meski tak terpaut jauh, namun performanya patut diacungkan jempol mengingat perbedaan harga yang nyaris dua kali lipat di pasaran. Untuk catu daya, prosesor ini akan memakan sekitar 75 watt pada kondisi idle dan meningkat hingga 140 watt pada kondisi beban maksimal. Jadi sudah sepantasnya pengguna memakai power supply dengan kapasitas di atas 500 watt.

Core i7-2600K mampu memberikan nilai lebih berkat performa yang dahsyat dan harga yang kompetitif. Meski sempat diterpa kabar kurang sebab dengan chiptset pendukung yang tidak berfungsi baik, namun prosesor ini tetap pantas menjadi rujukan para penggila komputer yang mementingkan performa. Di pasaran, Intel Core i7-2600K dibanderol pada kisaran harga Rp 2,9 juta. Sedangkan beberapa seri di bawahnya seperti, Core i7 2600, Core i5 2500, Core i5 2400, Core i5 2300 dipatok mulai dari Rp 1,6 juta hingga Rp 2,6 juta.

Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.

Core i7 M
Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Core i5 M
Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4 inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Jika Anda menginginkan performa tinggi dengan mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan yang baik. Harganya pun tidak mencekik.

Core i3 M
Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat. Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3 adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar